LEBAK, Lintasbatas.com — Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak, M.Y. Sutisna, mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, solidaritas, serta persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika aksi massa yang terjadi belakangan ini.
Menurut Sutisna, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan sosial, ekonomi, maupun kebijakan publik.
Namun, kebebasan tersebut, kata dia, harus diiringi dengan tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta menghormati hak masyarakat lainnya.
“Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan. Dalam negara demokrasi, perbedaan pendapat merupakan bagian dari proses untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa,” ujar Sutisna dalam keterangannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang mengikuti aksi massa di Jakarta, agar memperhatikan keselamatan dan kesehatan. Kondisi aksi massa yang melibatkan banyak orang, perjalanan jauh, kepadatan, serta situasi lapangan yang dinamis perlu menjadi perhatian seluruh peserta.
Sutisna menilai sikap kritis terhadap pemerintah maupun berbagai persoalan bangsa tidak bertentangan dengan semangat persatuan. Menurutnya, kritik dapat menjadi energi positif apabila disampaikan secara damai, berdasarkan fakta, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Suara boleh keras, tuntutan boleh tegas, tetapi keselamatan, persatuan, dan kepentingan bangsa tetap harus menjadi pijakan,” katanya.
Ia menegaskan, perbedaan kepentingan politik, organisasi, maupun kelompok tidak boleh membuat masyarakat kehilangan tujuan bersama, yakni membangun Indonesia yang lebih baik.
Melalui imbauan tersebut, Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak mengingatkan seluruh kader dan masyarakat bahwa perjuangan menyampaikan aspirasi tidak harus dilakukan dengan cara yang dapat merusak persaudaraan dan kondusivitas.
Menurut Sutisna, demokrasi bukan hanya mengenai keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga kedewasaan dalam menjaga situasi tetap damai. Masyarakat diharapkan tetap kritis dan berani menyampaikan aspirasi, namun mampu menahan diri agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik dan perpecahan.
“Aspirasi harus tetap hidup, kritik harus tetap disampaikan, tetapi persatuan bangsa jangan sampai menjadi korban,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat Kabupaten Lebak dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian sekaligus tetap berani menyuarakan kepentingan rakyat.
“Indonesia yang lebih baik tidak hanya dibangun oleh mereka yang turun ke jalan, tetapi juga oleh mereka yang mampu menjaga persaudaraan setelah suara perjuangan itu disampaikan,” pungkas Sutisna.
(Red)


















