SERANG,Lintasbatas com— Taman Wisata dan Rekreasi Tasik Kardi yang berada di RT 009/RW 003, Kampung Margasana, Kelurahan Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, kini kondisinya memprihatinkan. Minimnya perawatan membuat destinasi wisata bersejarah tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Tasik Kardi bukan sekadar tempat rekreasi. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kesultanan Banten. Di kompleks tersebut terdapat danau dan pulau buatan yang dalam catatan sejarah disebut sebagai tempat bertapakur ibunda Sultan Maulana Yusuf. Kawasan itu juga digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga keraton serta penerimaan tamu kesultanan yang dikenal dengan sebutan Kaputren.
Danau Tasik Kardi dibangun sekitar 1570–1580 Masehi pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf. Lokasinya berada di sebelah tenggara Keraton Surosowan.
Selain memiliki nilai sejarah, keberadaan danau tersebut pada masa lalu juga memiliki fungsi penting dalam pengelolaan air. Tasik Kardi menjadi tempat penampungan air dari Sungai Cibanten yang kemudian dialirkan ke persawahan di sekitarnya. Airnya juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air bersih bagi keluarga Keraton Surosowan.
Namun, kondisi kawasan wisata tersebut saat ini dinilai kurang terawat. Salah satu yang terlihat adalah pintu masuk serta papan nama bertuliskan “Destinasi Wisata dan Rekreasi” yang kondisinya tidak tertata dengan baik. Sejumlah huruf pada papan nama bahkan telah hilang sehingga tulisan tidak lagi terbaca secara sempurna.
Kondisi tersebut membuat warga berharap Pemerintah Kabupaten Serang memberikan perhatian lebih terhadap Tasik Kardi, terutama dalam hal pemeliharaan dan penataan kawasan.
“Harusnya ini ada perhatian dari pemerintah daerah agar tempat wisata ini terlihat menarik lagi,” ujar warga setempat, Haer dan Anis, saat berbincang dengan awak media, Minggu (20/9/2026).
Dengan tarif masuk sebesar Rp10.000 per kendaraan bermotor, Tasik Kardi sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat, khususnya pada musim liburan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kawasan tersebut masih relatif sepi pengunjung.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melihat Tasik Kardi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari warisan sejarah Kesultanan Banten yang perlu dijaga keberadaannya.
Perawatan, penataan fasilitas, serta promosi yang lebih baik dinilai dapat membantu menghidupkan kembali kawasan tersebut sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dengan perhatian dan pengelolaan yang berkelanjutan, Tasik Kardi diharapkan dapat kembali tertata dan menjadi destinasi wisata sejarah yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Serang serta Banten.
(Red)


















