Lampung Selatan – Lintasbatas.com –Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan BBJ Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dikeluhkan para pengguna jasa. Antrean kendaraan, khususnya truk logistik, dilaporkan mengular panjang hingga berhari-hari dan menimbulkan kekecewaan dari para sopir maupun pengurus ekspedisi. Jumat ( 27/03/2026 )

Pantauan di lokasi, ratusan kendaraan besar terlihat mengantre di area menuju pelabuhan. Para sopir terpaksa menunggu dalam waktu yang sangat lama untuk bisa masuk ke area penyeberangan.
Salah seorang pengurus ekspedisi Ifan mengaku kondisi ini sangat merugikan, karena keterlambatan penyeberangan membuat distribusi barang menjadi terhambat dan biaya operasional meningkat.
“Antrean sudah berlangsung beberapa hari. Banyak sopir yang tertahan di jalan bahkan harus menginap di dalam truk. Kami sangat kecewa karena pengiriman barang jadi terlambat,” ujarnya.
Sementara itu, para pengurus ekspedisi berharap pihak pengelola pelabuhan segera melakukan langkah konkret agar antrean panjang tidak terus terjadi dan distribusi logistik kembali lancar.
Kami ini sopir sudah berhari-hari menunggu di antrean. Tidur di dalam truk, makan seadanya di pinggir jalan. Barang yang kami bawa juga dikejar waktu pengiriman. Kalau terus seperti ini, kami yang di jalan yang paling merasakan dampaknya,” keluh salah seorang sopir truk dengan nada kecewa.
Para sopir lainnya juga mengeluhkan minimnya kepastian waktu keberangkatan kapal. Mereka berharap ada solusi dari pihak pengelola pelabuhan agar antrean panjang ini bisa segera terurai.
Menurut mereka, jalur penyeberangan di kawasan Bakauheni merupakan jalur vital penghubung distribusi logistik antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Jika antrean terus terjadi, maka akan berdampak pada rantai pasok barang ke berbagai daerah.
“Kami berharap pihak pengelola pelabuhan bisa segera mengambil langkah cepat, seperti menambah armada kapal atau memperbaiki sistem antrean agar tidak terjadi penumpukan kendaraan seperti ini,” kata salah satu sopir.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan menuju Pelabuhan BBJ Bakauheni masih terlihat panjang dan para pengguna jasa masih menunggu giliran untuk bisa menyeberang.
( Ebit Suprianto)


















