Lebak, Banten.Lintas.batas.com – Dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di wilayah Kabupaten Lebak. Kali ini, warga Kampung Cidikit, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, mengeluhkan dampak negatif dari sebuah peternakan ayam yang beroperasi hanya beberapa meter dari permukiman warga.
Menurut sejumlah warga, bau menyengat dari kandang ayam sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Selain itu, keberadaan peternakan yang terlalu dekat dengan rumah penduduk diduga menyebabkan polusi udara, meningkatkan risiko penyakit, serta mencemari lingkungan sekitar.
“Jarak kandang ke rumah warga terlalu dekat, mungkin hanya sekitar 10 meter. Bau menyengat tiap hari, dan anak-anak jadi sering batuk. Kami sudah beberapa kali mengadu, tapi belum ada tindakan nyata,” ungkap seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Warga juga khawatir akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas hidup mereka. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa lalat dan serangga menjadi lebih banyak sejak peternakan beroperasi, serta air di sekitar mulai berubah warna dan berbau.
Hingga saat ini, pihak pengelola inisal BS peternakan belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak diminta turun tangan untuk menilai dampak lingkungan dan memastikan apakah operasional peternakan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk soal jarak minimum antara kandang ternak dan permukiman.
Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang agar mereka bisa kembali hidup nyaman tanpa gangguan bau tak sedap dan ancaman pencemaran lingkuang.
(Red)


















