Lintas Batas.Com Nabire,– Upaya menghadirkan pendidikan yang adil dan merata di Papua terus tumbuh dari akar rumput. Salah satunya adalah Komunitas Korowa Membaca (kO’MEMBACA), gerakan literasi yang kini telah memiliki sejumlah cabang, termasuk Cako Nusi di Kampung Nusi.
Pada Selasa, 17 Juni 2025, Anggota DPR Papua (DPRP), Nancy Raweyai, melakukan kunjungan langsung ke Cako Nusi. Dalam pertemuan hangat itu, ia bercengkerama dengan anak-anak binaan, para relawan, dan warga yang selama ini menjadi penopang gerakan literasi di daerah tersebut.
> “Jangan lelah mendampingi adik-adik belajar. Dari tempat sederhana ini bisa lahir pemimpin besar Papua—bupati, gubernur, bahkan anggota DPRP,” ujar Nancy memberi motivasi kepada para relawan.
Cako Nusi merupakan salah satu cabang aktif dari kO’MEMBACA, tempat belajar informal bagi anak-anak yang minim akses pendidikan. Meski sarana terbatas, semangat para relawan tetap menyala. Nancy pun mengajak masyarakat untuk terus terlibat secara gotong royong.
> “Kami bantu dengan tenaga dan doa saja, Bu. Kami hanya pekebun,” kata seorang warga dengan jujur.
Ketua Cako Nusi, Yeyus Murib, menyampaikan harapan agar rumah baca mereka bisa mendapatkan dukungan infrastruktur dan perhatian pemerintah. Ia menitipkan aspirasi kepada Nancy agar diteruskan ke dinas terkait.
> “Kami butuh rumah baca yang layak dan fasilitas sederhana untuk belajar. Tolong bantu sampaikan,” ujar Yeyus.
Ucapan terima kasih juga datang dari Mis Murib, S.Kom, penggiat literasi Papua Tengah sekaligus penggagas Komunitas Korowa Membaca (kO’MEMBACA).
> “Kakak DPRP ini adalah satu dari sedikit anggota dewan Papua Tengah yang peduli terhadap gerakan literasi. Beliau tidak hanya datang, tapi juga aktif berkomunikasi dengan kami. Itu sangat berarti,” tutur Mis.
Nancy menegaskan bahwa DPRP bukan sekadar lembaga pengambil keputusan, tapi juga pengawas pembangunan. Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian aktif dari pengawasan tersebut.
Acara ditutup dengan diskusi terbuka dan doa bersama. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari komitmen yang lebih kuat antara pemangku kebijakan dan komunitas pendidikan rakyat di Papua.


















