Lebak, Banten Lintasbatas.com— Proyek revitalisasi gedung SDN 1 Ciparasi di Desa Ciparasi, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, dalam proses pembangunan pondasi, ditemukan indikasi penggunaan material yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.Senin 13 Oktober 2025.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, separuh pondasi bangunan sekolah tersebut tampak dibangun menggunakan bata merah. Padahal, menurut standar konstruksi bangunan—terutama yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)—material pondasi seharusnya menggunakan batu belah yang memiliki daya tahan lebih kuat.
Temuan ini menuai keprihatinan dari masyarakat dan pemerhati pembangunan setempat. Mereka khawatir penggunaan material yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kualitas dan kekuatan bangunan, apalagi gedung tersebut diperuntukkan bagi kegiatan belajar-mengajar anak-anak.
> “Kalau pondasinya pakai bata, jelas tidak kuat untuk jangka panjang. Apalagi ini bangunan sekolah yang nantinya dipakai anak-anak setiap hari,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Proyek revitalisasi SDN 2 Ciparasi diketahui merupakan bagian dari program peningkatan sarana pendidikan yang didanai oleh APBN tahun anggaran berjalan. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dari dinas terkait mengenai temuan di lapangan tersebut.
Tim media telah berusaha menghubungi pihak sekolah guna meminta klarifikasi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, karena salah satu pihak sekolah berinisial An memilih untuk menghindar dan tidak memberikan pernyataan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi atas dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material tersebut. Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari instansi terkait untuk mengevaluasi proyek ini agar pelaksanaan pembangunan tetap berjalan sesuai ketentuan, serta menghasilkan bangunan yang aman dan layak digunakan dalam mendukung dunia pendidikan.
(Red)


















