banner 728x250

GPMI Soroti Krisis Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi di Intan Jaya, Desak DPRD Kembali ke Daerah

banner 120x600
banner 468x60

Intan Jaya, Papua Tengah.Lintasbatas.com — Gerakan Pelajar Mahasiswa se-Indonesia (GPMI) asal Kabupaten Intan Jaya melayangkan desakan tegas kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar segera kembali berkantor dan menjalankan tugas di Kabupaten Intan Jaya.

Desakan tersebut disampaikan menjelang rencana aksi demonstrasi damai yang akan digelar pada awal Januari 2026. Dalam aksi itu, GPMI menyoroti kondisi krisis di sektor pendidikan, kesehatan, serta ekonomi masyarakat yang dinilai semakin memprihatinkan.

banner 325x300

GPMI menegaskan, kehadiran pimpinan dan seluruh anggota DPRD di Intan Jaya sangat penting sebagai wujud tanggung jawab lembaga perwakilan rakyat dalam menerima, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Menurut GPMI, selama beberapa tahun terakhir DPRD tidak lagi aktif berkantor di Intan Jaya sejak aktivitas perkantoran berpindah ke Nabire. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada terhambatnya pelayanan kedewanan serta sulitnya masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Ketiadaan DPRD di daerah membuat rakyat kehilangan ruang untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan mereka,” demikian pernyataan GPMI.

GPMI juga menyebutkan bahwa dua kali aksi sebelumnya tidak dihadiri langsung oleh anggota DPRD. Oleh karena itu, pada rencana aksi jilid III mendatang, mereka berharap tidak ada lagi alasan bagi DPRD untuk tidak hadir dan berdialog bersama masyarakat di Intan Jaya.

Para pelajar dan mahasiswa Intan Jaya yang saat ini tersebar di 17 kota studi mengaku prihatin terhadap kondisi kampung halaman. Mereka menilai krisis pendidikan, keterbatasan layanan kesehatan, serta lemahnya perekonomian masyarakat terjadi hampir di seluruh wilayah kabupaten tersebut.

Dalam rangka memperkuat penyampaian aspirasi, GPMI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam aksi long march secara damai. Ajakan itu ditujukan kepada tokoh agama, tokoh adat, intelektual, kepala suku, tokoh pemuda, hingga kaum perempuan.

GPMI menegaskan bahwa perjuangan yang mereka lakukan murni demi kepentingan rakyat dan masa depan Kabupaten Intan Jaya.

“Demikian himbauan kami. Atas perhatian dan partisipasinya, Tuhan memberkati,” demikian pesan penutup yang disampaikan atas nama Yulianus Janambani.(Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *