Lebak, Banten, Lintas-Batas.com : Proses pematangan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, resmi mulai dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. 14/02/2026.
Aktivis mahasiswa dari Universitas La Tansa Mashiro melakukan survei dan observasi langsung ke lokasi perencanaan lahan huntap. Dalam pantauan di lapangan, terlihat alat berat telah diterjunkan untuk mendukung proses pematangan lahan seluas 5,4 hektar.
Satu unit alat berat jenis soil compactor (pemadat tanah) tampak beroperasi untuk memadatkan, menyebarkan, serta meratakan material tanah sebagai bagian dari tahapan awal proyek konstruksi hunian tetap berskala besar tersebut.
Diketahui, proses pematangan lahan ini menelan anggaran sebesar Rp2,5 miliar yang bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT). Sementara itu, realisasi pembangunan hunian tetap direncanakan mulai berjalan pada bulan Maret atau April mendatang.
Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas keresahan masyarakat yang telah menanti kepastian pembangunan hunian tetap selama kurang lebih enam tahun.
Salah satu aktivis mahasiswa, Afis Praditya, menyampaikan harapannya agar pemerintah konsisten dalam merealisasikan pembangunan huntap hingga tuntas.
“Sekian lama menunggu, pada akhirnya pemerintah membuka mata. Semoga pemerintah bisa terus konsen dalam membangun huntap yang telah lama didambakan oleh masyarakat. Kita tentu sebagai mahasiswa akan terus mengawal sampai tuntas,” ujar Afis Praditya.
Dengan dimulainya proses pematangan lahan ini, masyarakat berharap pembangunan hunian tetap dapat berjalan secara progresif dan intensif, serta tidak kembali mengalami stagnasi atau mangkrak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.
M. Khn/Rzki.


















