Lebak, Banten, lintas-batas.com : Akses jalan penghubung antara Desa Pasireurih, Kecamatan Muncang dan Desa Naya Gati, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.(19/02/2026)
Jalan yang menjadi penghubung utama dua desa tersebut kini dipenuhi lubang besar, permukaan tanah yang ambles, serta genangan lumpur saat musim hujan. Beberapa titik bahkan nyaris tidak bisa dilintasi karena badan jalan berubah menjadi kubangan.
Menurut keterangan warga Desa Pasireurih, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir akibat tingginya curah hujan serta minimnya perbaikan. Kendaraan roda dua pun harus ekstra hati-hati saat melintas, sementara kendaraan roda empat tidak bisa lagi melalui jalur tersebut.
“Kalau motor masih bisa lewat, itu pun harus dorong di beberapa titik. Mobil sudah tidak bisa sama sekali,” ujar salah seorang warga.
Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian warga yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Biaya angkut menjadi lebih mahal karena harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh.
Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan juga terganggu. Warga yang membutuhkan layanan medis darurat harus mencari rute lain yang memakan waktu lebih lama.
Pemerintah desa setempat disebut telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah agar segera mendapat penanganan. Warga berharap adanya perhatian dan perbaikan segera dari Pemerintah Kabupaten Lebak guna memulihkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai informasi, Desa Pasireurih berada di wilayah Kecamatan Muncang, sedangkan Desa Naya Gati berada di Kecamatan Lewidamar, keduanya termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Jalan penghubung ini memiliki peran vital sebagai akses utama antarwilayah pedesaan.
Warga berharap perbaikan permanen dapat segera direalisasikan agar mobilitas kembali normal dan roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar.
Red


















