Lampung Selatan Lintasbatas.com – Kepala Desa Sumur,I Nyoman Prawijaya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten lampung Selatan, Rabu ( 19/03/2026 )
Dalam momentum hari kemenangan ini, ia mengajak seluruh warga untuk menjadikan Idul Fitri sebagai sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Sumur, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali menjadi pribadi yang suci dan semakin meningkatkan keimanan serta ketakwaan,
Di desa kecil yang kita cintai ini, perbedaan bukanlah jarak, melainkan jembatan yang menguatkan hati kita bersama. Saya, I Nyoman Prawijaya, dengan segala kerendahan hati mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Desa Sumur.” ujar I Nyoman Prawijaya
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di desa, sehingga suasana damai dan harmonis tetap terjaga. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.
“Meski saya beragama Buddha, namun kebahagiaan Idul Fitri adalah kebahagiaan kita semua. Saya ikut merasakan hangatnya kebersamaan, indahnya saling memaafkan, dan harunya kembali ke hati yang bersih.”tegasnya
“Di hari yang suci ini, mari kita peluk perbedaan dengan cinta, kita rajut persaudaraan dengan keikhlasan, dan kita jaga desa ini dengan rasa saling memiliki. Karena sejatinya, kita bukan hanya hidup berdampingan, tapi saling menjaga dan menguatkan.
“Jika ada kata, sikap, dan kebijakan yang belum berkenan di hati, dengan tulus saya memohon maaf lahir dan batin. Semoga air mata haru di hari fitri ini berubah menjadi doa-doa yang menguatkan kita semua.
“Karena pada akhirnya, yang paling indah bukanlah kesamaan, tetapi kebersamaan yang tetap terjaga dalam perbedaan.”Imbuhnya
Ucapan tersebut disambut hangat oleh masyarakat, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah desa terhadap nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan warga.
( Nasuki)


















