banner 728x250

‎Tangis Jamaah Pecah di Hari Kemenangan! Khutbah Idul Fitri Ustadz Syariman Bongkar 5 Keutamaan Iman dan Taqwa yang Mengguncang Hati

banner 120x600
banner 468x60

‎Lampung Selatan – Lintasbatas.com – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar oleh warga Dusun Way Apus, di lapangan Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu pagi. ( 21/03/2026 )

banner 325x300

‎Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati lapangan Yayasan SMP-SMK Bakauheni sejak pagi hari. Dengan mengenakan pakaian terbaik, masyarakat datang bersama keluarga untuk menunaikan salat Idul Fitri secara berjamaah.

‎Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan lancar, dipimpin oleh imam ustad Mukhsinun, serta diisi dengan khutbah oleh Ustad Syariman, yang mengangkat tema tentang pentingnya “Lima Keutamaan Iman dan Taqwa.”

‎Dalam khutbahnya, Ustaz Syariman menyampaikan pesan singkat namun sarat makna dengan tema “Lima Keutamaan Iman dan Taqwa.”

‎Di hadapan jamaah, ia menegaskan bahwa iman dan taqwa adalah bekal utama kehidupan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Ia kemudian menguraikan lima keutamaan yang menjadi penguat hati setiap muslim.

‎Pertama, iman dan taqwa akan mendatangkan ketenangan hati di tengah berbagai ujian kehidupan.

‎Kedua, menjadi jalan turunnya pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.

‎Ketiga, mengangkat derajat manusia di sisi Allah.

‎Keempat, menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.

‎Dan kelima, menjadi kunci kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.

‎“Ramadan telah melatih kita, kini saatnya kita menjaga. Jangan sampai iman yang telah kita bangun runtuh setelah hari kemenangan ini,” ujar Ustaz Syariman dengan penuh penekanan.

‎Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus istiqamah dalam ibadah, menjaga salat, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat silaturahmi di momen Idul Fitri.

‎Khutbah tersebut sontak menyentuh hati para jamaah. Suasana hening dan haru terasa ketika doa dipanjatkan, memohon agar segala amal selama Ramadan diterima dan iman tetap terjaga.

‎“Iman adalah cahaya, dan taqwa adalah jalan. Jika keduanya kita jaga, maka hidup tak akan pernah kehilangan arah,

‎menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.”tutupnya penuh makna

‎Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarwarga.

‎“Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga tentang bagaimana kita kembali memperkuat tali persaudaraan dan saling memaafkan,” ujarnya.

‎Usai pelaksanaan salat, warga saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menciptakan suasana haru dan penuh kehangatan. Anak-anak hingga orang tua tampak larut dalam kebahagiaan hari raya.

‎Kegiatan ini juga menjadi bukti kuatnya nilai kebersamaan dan kekompakan masyarakat Dusun Way Apus dalam menjaga tradisi serta mempererat hubungan sosial di lingkungan mereka.

‎“Di lapangan sederhana ini, bukan hanya sujud yang dipanjatkan, tetapi juga harapan, doa, dan kebersamaan yang mengikat hati seluruh warga menjadi satu dalam kebahagiaan Idul Fitri.” pungkasnya

‎( Nasuki )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *