Kabupaten Tangerang Lintasbatas.com : Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, H. Muhamad Nur Rojab, menghadiri kegiatan Pengajian Ulama-Umaro dan Halal Bihalal Hari Raya Idulfitri 1447 H tingkat Kecamatan Tigaraksa, yang digelar pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Tigaraksa bersama MUI ini mengusung tema “Meneguhkan Sinergitas Ulama dan Umaro dalam Mewujudkan Umat yang Wasthiyah di Era Digital”. Acara berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) mulai pukul 09.00 WIB.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyied, unsur TNI dan Polri seperti Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua MUI Kecamatan Tigaraksa K.H. Idrus, para kepala desa se-Kecamatan Tigaraksa, Kepala KUA Tigaraksa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai wilayah.
Dalam keterangannya kepada awak media, H. Muhamad Nur Rojab menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Pengajian dan halal bihalal ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan pasca Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus mengajak masyarakat menjaga silaturahmi dan toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kebersamaan antara ulama dan umaro demi kemajuan daerah.
“Insya Allah, melalui kegiatan ini akan terjalin kebersamaan dan persatuan, sehingga masyarakat dan daerah semakin maju,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Tigaraksa Eko Suryanto selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.
“Alhamdulillah, Kelurahan Tigaraksa mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pengajian Ulama-Umaro MUI Kecamatan Tigaraksa. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh dan seluruh tamu undangan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan, baik dari segi tempat maupun pelayanan. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Camat Tigaraksa menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Sinergi antara ulama dan umaro merupakan kunci dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, religius, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara pemuka agama dan pemerintah, serta menjadi wadah komunikasi yang harmonis dalam membina umat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan bijak dalam menyikapi arus informasi di era digital, khususnya di wilayah Tigaraksa.”Sumber,”Siti Nurjanah
M. Khotibudin


















