banner 728x250

‎ASDP Optimalkan Layanan, Antrean Logistik di Bakauheni Berangsur Terurai

banner 120x600
banner 468x60

‎Lampung Selatan Lintasbatas.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni pada Selasa (31/3), yang didominasi kendaraan logistik seiring kembali normalnya aktivitas distribusi pasca puncak Angkutan Lebaran 2026. Selasa ( 31/03/2026 )

‎Kondisi ini merupakan dampak berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang sebelumnya diberlakukan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB). Pembatasan tersebut berlaku di lintasan Bakauheni-Merak pada 23-29 Maret 2026 dan Ketapang-Gilimanuk pada 13-29 Maret 2026. Dibukanya kembali akses tersebut mendorong peningkatan arus kendaraan logistik menuju pelabuhan.

banner 325x300

‎Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 5 kilometer. Meski terjadi kepadatan, kondisi ini masih dinilai dalam batas yang dapat dikendalikan melalui penguatan pola operasi dan koordinasi lintas instansi.

‎Merespons peningkatan tersebut, ASDP bersama regulator dan stakeholder melakukan sejumlah penyesuaian layanan, seperti percepatan bongkar muat, pengaturan kuota tiket, serta penerapan skema waktu tiket H-12 hingga H+48 guna meratakan distribusi kedatangan pengguna jasa.

‎Optimalisasi juga dilakukan melalui penerapan pola operasi Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di empat dermaga, pengoperasian kapal berkapasitas besar, serta penambahan trip untuk meningkatkan kapasitas angkut.

‎Di sisi darat, pengendalian arus kendaraan dilakukan melalui delaying system di sejumlah buffer zone, yakni KM20, KM49, dan KM87, guna menjaga ritme pergerakan menuju pelabuhan.

‎ASDP turut mengoptimalkan pelabuhan penunjang di Wika Beton dengan dukungan empat kapal aktif. Melalui berbagai langkah tersebut, antrean kendaraan secara bertahap dapat terurai dalam waktu sekitar lima jam.

‎GM ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyatakan pihaknya terus memastikan penguatan layanan berjalan konsisten untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya logistik.

‎“Secara umum kondisi operasional tetap terkendali dan terus dimonitor bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

‎( Nasuki)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *