Lebak,Lintas.Batas.com – Bastian Mazazi melaporkan aktivitas galian tanah di Kopi Sajira, Kabupaten Lebak, ke LSM GMBI distrik Lebak. Galian Tanah tersebut berdampak langsung ke Jalan Provinsi Banten, sehingga menyebabkan seringnya warga atau pengendara yang melintas mengalami kecelakaan akibat jalan yang becek dan berlumpur.
Dalam wawancara, Bastian Mazazi mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak laporan dari warga yang menjadi korban kecelakaan di sekitar lokasi galian tersebut. Mayoritas dari mereka mengalami insiden karena kondisi jalan yang licin akibat tumpahan tanah dan pasir basah dari area galian.
“Saya merasa terpanggil setelah melihat banyak korban jatuh di sekitar pintu masuk galian tersebut. Oleh karena itu, saya akan mengadukan permasalahan ini ke aktivis LSM GMBI Lebak agar segera ditindaklanjuti ke pihak berwenang,”ujarnya.
Kami meminta dan Mendorong agar GMBI Distrik Lebak membuat laporan resmi untuk segera diajukan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak, Polres Lebak, hingga Polda Banten, guna mendapatkan solusi sebelum ada korban jiwa akibat kondisi jalan yang membahayakan.”tambah Bastian
Aktibat aktivis Galian Tanah tersebut, di informasikan telah terjadi Kecelakaan pada Sabtu (15/3). Seorang korban yang mengalami luka serius, saat ini masih menjalani perawatan medis di sebuah klinik terdekat. Identitasnya belum terungkap, namun beberapa warga mengatakan korban berasal dari Cipahit.
Menurut saksi mata berinisial BS, korban mengalami luka parah akibat benturan keras dengan aspal. Sepeda motor jenis Honda Scoopy berwarna hitam dengan nomor polisi A 3625 OU yang dikendarai korban juga mengalami kerusakan parah akibat terguling di jalanan yang berlumpur.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi awak media, pihak perusahaan PT. MQS, yang mengelola galian tanah dan pasir tersebut, enggan memberikan tanggapan. Bahkan, meskipun telah dihubungi beberapa kali, pihak perusahaan tetap tidak merespons, seolah tidak ingin dikonfirmasi terkait dampak aktivitas pertambangan mereka terhadap keselamatan warga.
Selanjutnya,Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, merespons cepat laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa ini bukan kali pertama pihaknya menerima aduan terkait kecelakaan di lokasi galian tersebut.
“Bulan lalu, kami juga mendapat laporan adanya korban Kecelakaan sampai meninggal diduga akibat adanya aktivitas galian. Selain itu, banyak laporan mengenai kecelakaan akibat jalan yang berlumpur di pintu masuk lokasi tambang ini,” ungkapnya.
King Naga menegaskan bahwa pihaknya akan segera menemui pihak berwenang untuk meminta pemanggilan terhadap pengelola PT MQS agar dilakukan penertiban terhadap aktivitas galian yang meresahkan masyarakat.
Selain itu, ia juga berencana mengirim surat ke Dinas Lingkungan Hidup, DPRD, dan Bupati Lebak untuk mengevaluasi kembali izin dan dampak lingkungan dari tambang galian tanah serta pasir di wilayah tersebut.
( Anx/AP )


















