Sukabumi, Jawa Barat Lintasbatas.com : Seorang wartawan dari media online Lintasbatas.com mengaku menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan pihak kepolisian dari Polda Jawa Barat. Panggilan tersebut diduga berkaitan dengan pemberitaan sebelumnya mengenai aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. 04/04/2026.

Kasus ini mencuat setelah media Lintasbatas.com menyoroti dugaan adanya lubang tambang emas di Blok Bojong Pari yang disebut-sebut beroperasi menggunakan aliran listrik PLN secara ilegal, tanpa melalui meteran resmi atau yang biasa dikenal dengan istilah “loswat”.
Menurut keterangan M. Khn, selaku wartawan Lintasbatas.com, dirinya dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari Polda Jabar dan mengajak untuk bertemu langsung di lapangan. Namun, ia merasa keberatan dengan ajakan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan prosedur resmi.
“Saya mempertanyakan maksud dan tujuan pertemuan itu. Kalau memang dari pihak kepolisian, seharusnya dilakukan secara resmi dan di kantor, bukan di lapangan,” ujar M. Khn saat dikonfirmasi.
Ia juga menegaskan bahwa jika memang ada hal yang ingin diklarifikasi, dirinya siap untuk memenuhi panggilan secara resmi di kantor kepolisian, bukan melalui komunikasi yang tidak jelas asal-usulnya.
Lebih lanjut, M. Khn berharap kepada aparat penegak hukum, mulai dari Kapolsek, Kapolres hingga Kapolda Jawa Barat, untuk segera menelusuri oknum yang mengaku sebagai anggota Polda tersebut. Hal ini dinilai penting guna menjaga nama baik institusi kepolisian dari tindakan yang tidak bertanggung jawab.
“Kami berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas oknum yang mencatut nama institusi. Ini penting agar tidak merusak citra kepolisian di mata masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan adanya oknum yang mengaku sebagai anggota Polda Jawa Barat tersebut. Sementara itu, aktivitas tambang emas yang sebelumnya diberitakan juga masih menjadi perhatian publik dan diharapkan segera mendapat tindak lanjut dari pihak berwenang.
Tim


















