Lebak, Banten, Lintasbatas.com – Terletak di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, wilayah Kampung Pedalaman terbilang jauh dari keramaian kota dan minim pengawasan. Hal ini membuat keluhan warga seolah sulit didengar, apalagi ketika terjadi gangguan fasilitas penting seperti saat ini. 07/06/2026.
Selama dua minggu terakhir, akses utama warga terputus total setelah jembatan penyeberangan di aliran Kali Cibinong rusak parah dan tidak dapat dilalui. Jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalur penghubung bagi warga Kampung Cigaru dan Kampung Cisarongge untuk menuju berbagai tempat penting.
Dampaknya terasa sangat berat, terutama bagi anak-anak sekolah. Sekolah yang dituju berada di Kampung Cinangka. Tanpa jembatan tersebut, jarak yang harus ditempuh warga Kampung Cigaru menjadi sangat jauh, mencapai belasan kilometer dan harus dilalui sepenuhnya dengan berjalan kaki. Padahal sebelumnya perjalanan bisa lebih singkat dan aman.
Hingga saat ini, belum ada tindakan perbaikan maupun tanggapan sedikit pun dari pihak pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, maupun pemerintah pusat.
Perwakilan warga yang akrab disapa Akung menyampaikan keresahan masyarakat. “Kami meminta agar jembatan ini segera diperbaiki secara permanen. Yang paling utama adalah akses ke sekolah, karena setiap hari anak-anak harus melewati jalur ini, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan. Sekarang harus jalan kaki belasan kilometer, sangat melelahkan dan berisiko,” ujarnya.
Akung berharap melalui pemberitaan ini, pihak berwenang segera mempercepat langkah penanganan. Jika dibiarkan terus, dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar mengajar dan membahayakan keselamatan warga yang terpaksa menempuh perjalanan jauh dan berisiko.
M. Khotibudin


















