Bakauheni, Lampung Selatan – Lintasbatas.com – Upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Bakauheni mulai diarahkan pada langkah yang lebih terukur dan strategis. Hal ini mengemuka dalam Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Tematik Penanggulangan Stunting yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan Kamis (5/2/2026 )

Kegiatan yang dipimpin Camat Bakauheni Sidik, S.H., M.H. tersebut dihadiri oleh kepala desa se-Kecamatan Bakauheni, yakni Desa Bakauheni, Desa Hatta, Desa Totoharjo, dan Desa Semana, Koramil 421 – 03 / Penengahan Babinsa Bakauheni Koptu Windu JA, Perwakilan Posek Penengahan, serta perwakilan Puskesmas, kader Posyandu, pendamping PKH, dan unsur lintas sektor lainnya.
Dalam arahannya, Camat Sidik menegaskan bahwa penanggulangan stunting tidak boleh berhenti pada forum diskusi atau sekadar rutinitas perencanaan.
“Pra-Musrenbang ini harus menghasilkan peta masalah, prioritas program, dan komitmen anggaran yang jelas. Jika tidak, penanganan stunting hanya akan menjadi agenda seremonial tanpa dampak nyata,” tegas Sidik.
Forum tersebut secara khusus membedah persoalan stunting di tingkat desa, mulai dari akurasi data balita berisiko stunting, kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, akses sanitasi dan air bersih, hingga pola asuh dan edukasi gizi keluarga.
Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi program lintas sektor, termasuk sinkronisasi dana desa, program kesehatan, perlindungan sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Para kepala desa didorong untuk menjadikan penanggulangan stunting sebagai prioritas dalam perencanaan pembangunan desa.
Selain itu, Pra-Musrenbang ini menekankan perlunya intervensi yang lebih terarah, tidak hanya pada aspek gizi, tetapi juga pada faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan yang menjadi akar masalah stunting.
Dengan pendekatan perencanaan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kecamatan Bakauheni menargetkan lahirnya program penanggulangan stunting yang lebih fokus, terukur, dan berkelanjutan.
Pra-Musrenbang tematik ini diharapkan menjadi titik balik, dari pola kerja yang reaktif menuju strategi yang preventif, sehingga upaya menurunkan angka stunting di Kecamatan Bakauheni benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas generasi masa depan.
( Nasuki)


















