Lebak, Lintasbatas.com – Proyek pembangunan jalan rabat beton yang berlokasi di Kampung Cipager–Cisuli, Desa Cikaratuwan, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, kembali menuai sorotan. Rabu, (28/5)
Pasalnya, jalan yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025 itu kini telah mengalami kerusakan,meski baru saja selesai dikerjakan.
Hasil pantauan awak media di lapangan pada Sabtu, 26 Mei 2025, menemukan kondisi jalan rabat beton yang sudah retak, patah, dan mengelupas di sejumlah titik. Proyek yang tertera pada papan informasi dengan ukuran 33,88 x 2,5 x 0,12 meter itu diduga tidak dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.
Sejumlah warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Belum lama dibangun tapi sudah rusak. Beton sudah patah dan mengelupas. Kami kecewa, ini seperti proyek asal-asalan,” ujar seorang warga kepada awak Media.
Warga lainnya menambahkan, “Setahu saya ini dibangun tahun ini juga, belum lama, baru semingguan. Tapi kok sudah seperti ini. Seharusnya dibangun dengan kualitas yang baik karena ini akses penting untuk warga.”
Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Warga menilai proyek rabat beton ini hanya dijadikan sebagai ajang ‘make-up’ keuntungan, bukan sebagai bentuk pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Kualitas beton yang rendah dan pengerjaan yang terkesan tergesa-gesa memperkuat dugaan adanya pelanggaran dalam penggunaan dana APBDes tersebut.
Ironisnya, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Cikaratuwan hingga saat ini belum membuahkan hasil. Saat dihubungi melalui WhatsApp, yang bersangkutan tidak merespons. Awak media yang mendatangi langsung kediaman kepala desa juga tidak berhasil menemui, dan hanya disambut oleh anaknya yang menyebutkan bahwa ayahnya sedang tidak di rumah.
Kondisi ini semakin menambah kecurigaan masyarakat atas dugaan penyimpangan dana desa. Mereka berharap Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan melakukan penyelidikan dan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.
“Kami minta aparat hukum segera mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana desa ini. Jangan sampai uang rakyat habis begitu saja untuk pembangunan yang tidak layak,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Cikaratuwan belum memberikan pernyataan resmi. Namun awak media masih terus berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait dan akan diterbitkan pada berita selanjutnya.
Sementara itu, desakan dari masyarakat agar jalan segera diperbaiki dan persoalan ini diusut tuntas terus menguat.
(Tim &Red)


















