Bakauheni, Lampung Selatan Lintasbatas.com – Kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu kembali ditunjukkan oleh Pengurus Yatim Piatu Dusun Way Apus 1 dan 2, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Setelah sebelumnya pada awal bulan suci Ramadhan telah menyalurkan santunan berupa perangkat alat sekolah dan uang tunai di Masjid Al-Hafidz, kali ini santunan kembali disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan. Kamis malam (12/03/2026 )

Kegiatan santunan tersebut menjadi bukti komitmen para pengurus dan masyarakat Dusun Way Apus dalam menjaga semangat berbagi dan memperhatikan masa depan generasi penerus, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Sebelumnya, santunan tahap pertama telah dilaksanakan pada awal Ramadhan, di Masjid Al-Hafidz dengan memberikan perlengkapan sekolah seperti tas, buku, alat tulis, sepatu dan baju lebaran serta bantuan uang tunai guna membantu kebutuhan pendidikan dan keseharian anak-anak yatim piatu.
Kegiatan tersebut disambut haru dan penuh rasa syukur oleh para penerima manfaat.
Dalam penyaluran lanjutan ini, yang di laksanakan di Masjid AL – Hafidz dan di hadiri Ketua pengurus yatim piatu Ustad Syariman, Kepala Dusun way Apus RK 015 Ebit Suprianto, para donatur,tokoh masyarakat, tokoh agama, dan anak yatim dan piatu, para pengurus berharap bantuan yang diberikan di tahap ke dua ini berupa kueh lebaran dan uang tunai semoga ,dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Ustad Syariman, Ketua Pengurus Anak Yatim dan Piatu Dusun Way Apus 1 dan 2, menegaskan, “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang sejauh mana hati kita tergerak untuk peduli. Di tahap kedua ini, kami kembali menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab moral umat.
Jangan biarkan di bulan penuh rahmat ini masih ada anak yatim yang merasa sendiri, yang menunduk karena kekurangan, atau yang harus memendam keinginan sederhana karena keterbatasan. Memuliakan anak yatim bukan pilihan, tetapi kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Setiap rupiah yang kita sisihkan bukan sekadar bantuan, tetapi cahaya yang menerangi masa depan mereka dan penolong kita di akhirat kelak. Kami ingin anak-anak yatim di Dusun Way Apus 1 dan 2 tumbuh dengan penuh percaya diri, merasa dicintai, dan yakin bahwa masyarakat berdiri di belakang mereka.” Tegas Ustd Syariman.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dengan nada tegas:
“Jangan tunggu kaya untuk berbagi. Jangan tunggu diminta untuk peduli. Mari jadikan Ramadhan ini momentum kebangkitan kepedulian bersama. Jika bukan kita yang menguatkan mereka, lalu siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi? Bersama, kita buktikan bahwa Dusun Way Apus bukan hanya kuat dalam gotong royong, tetapi juga kuat dalam memuliakan anak yatim dan meraih keberkahan Allah SWT.” tegasnya
“Alhamdulillah, ini adalah bentuk kepedulian bersama. Kami ingin memastikan anak-anak yatim piatu di Dusun Way Apus 1 dan 2 tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam hal pendidikan dan kebutuhan pokok mereka. Semoga santunan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ustad Syariman
Sementara itu Kepala Dusun Way Apus RK 015 Ebit Suprianto, “mengungkapkan “Kami sangat terharu dan bersyukur melihat masih banyak orang yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu di Dusun Way Apus ini. Di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan ini, santunan yang diberikan bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk kasih sayang dan kepedulian umat kepada mereka yang sangat membutuhkan perhatian kita semua.
Anak-anak yatim piatu adalah amanah bagi kita bersama. Mereka berhak merasakan kebahagiaan, perhatian, dan kasih sayang dari lingkungan sekitar. Semoga melalui kegiatan santunan ini, hati kita semua semakin tergerak untuk terus berbagi dan menebar kebaikan.
Kami berharap, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi bisa terus berlanjut di masa mendatang.
Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi para donatur dan seluruh masyarakat,” ungkap Ebit Suprianto dengan penuh haru.
“Jangan biarkan anak-anak yatim merasa sendiri di tengah masyarakatnya. Jika kita tidak mampu memberi banyak, setidaknya jangan berhenti untuk peduli, karena setiap uluran tangan dan kasih sayang adalah cahaya harapan bagi masa depan mereka.” Imbuhnya
“Atap rumah boleh sederhana, pakaian mereka mungkin tak semewah yang lain, tetapi dengan kepedulian kita bersama, insyaAllah hati mereka tetap hangat dan masa depan mereka tetap memiliki harapan.” Pungkasnya
( Nasuki)


















