banner 728x250

Masyarakat Dusun Way Apus Gelar Salat Idul Adha 1447 H Di Lapangan Yayasan SMK/SMP Bakauheni

banner 120x600
banner 468x60

‎Bakauheni, Lampung Selatan – Lintasbatas.com – Masyarakat Dusun Way Apus, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan menggelar Salat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di lapangan Yayasan SMK/SMP Bakauheni, Rabu pagi. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakatmasyarakat, ‎Rabu ( 27/05/2026 )

banner 325x300

‎Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi pelaksanaan salat dengan mengenakan pakaian muslim terbaik mereka. Suasana penuh kekeluargaan tampak terlihat saat gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang menyambut Hari Raya Kurban.

‎Pelaksanaan Salat Id berlangsung tertib dengan pengamanan dan pengaturan dari panitia serta masyarakat setempat.

‎Dalam khutbahnya Ustad Syariman  ” mengajak jamaah untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

‎Ustad Syariman juga   “menjelaskan Hari raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan atau rutinitas ibadah semata. Di balik penyembelihan hewan kurban, terdapat makna yang sangat dalam, yaitu tentang keikhlasan, ketaatan, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kurban adalah simbol dari kesediaan seorang hamba untuk mendahulukan perintah Allah di atas segala kepentingan dunia.

‎Kita tentu tidak asing dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah untuk menyembelih putranya, beliau tidak ragu sedikit pun. Begitu pula Nabi Ismail yang dengan penuh keimanan menerima perintah tersebut. Inilah gambaran ketakwaan sejati—ketika perintah Allah lebih diutamakan daripada keinginan pribadi.

‎Allah SWT berfirman bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan kita. Dari sini kita memahami bahwa hakikat kurban bukan terletak pada besar atau kecilnya hewan yang disembelih, tetapi pada keikhlasan hati dan niat kita dalam beribadah, Jelas Udtad Syariman

‎Ustad Syariman ” menambahkan Idul Adha seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi diri. Sudah sejauh mana kita taat kepada Allah? Apakah kita sudah mampu mengorbankan ego, kesombongan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia? Inilah bentuk kurban yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.

‎Selain itu, ibadah kurban juga mengajarkan kita tentang kepedulian sosial. Daging kurban dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan bersama. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling

‎Mari kita jadikan Idul Adha ini sebagai titik awal untuk meningkatkan ketakwaan kita,  ” Imbuh Utad Syariman.

‎Selain menjadi momentum ibadah, Hari Raya Idul Adha juga dimanfaatkan masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Usai salat, jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebelum melanjutkan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara gotong royong.

‎Warga berharap pelaksanaan Salat Idul Adha di lingkungan Dusun Way Apus dapat terus menjadi tradisi yang memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat setiap tahunnya.

‎Pemerintah melalui Kementerian Agama RI sendiri telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 melalui sidang isbat nasional.

‎( Nasuki  )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *