banner 728x250

Meriahkan Rengasdengklok, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Sunda

banner 120x600
banner 468x60

Karawang,Lintas.batas.com. – Tradisi Babarit atau Hajat Bumi kembali digelar meriah di Pendopo Tugu Kebulatan Tekad, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis sore (15/05/2025) bertepatan dengan 17 Zulqa’dah 1446 H. Acara tahunan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas keberkahan hasil bumi serta upaya menjaga kelestarian alam dan tradisi leluhur.

Acara dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah (Muspika dan Muspida) Kecamatan Rengasdengklok, di antaranya Kapolsek Rengasdengklok, Danramil, Babinsa, serta Ibu H. Asih Mintarsih selaku Kepala Dinas Rengasdengklok Selatan. Hadir pula Ketua Paguyuban Kebulatan Tekad, perwakilan Pejuang Siliwangi, Komunitas Lengser Kaler, seniman, budayawan, tokoh agama dan masyarakat, serta warga Bojong Tugu.

banner 325x300

Dalam sambutannya, H. Asih Mintarsih menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya acara Babarit yang dinilai sangat penting dalam menjaga kearifan lokal. “Babarit adalah tradisi tahunan masyarakat Sunda yang penuh makna sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan berkah dari Sang Pencipta,” ujarnya. Ia berharap ke depannya seluruh desa di Kecamatan Rengasdengklok dapat ikut melestarikan tradisi ini.

Kemeriahan acara tak hanya terlihat dari antusiasme warga lokal, tetapi juga dari para pengunjung luar daerah yang datang untuk menyaksikan dan meramaikan perayaan. Suasana semakin semarak saat warga berebut makanan dari dongdang yang diarak, berisi hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, hingga nasi tumpeng.

Ketua Umum Paguyuban Kebulatan Tekad, H. Darwis, dalam wawancara dengan awak media Lintas Batas, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara. “Ini adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Semoga Babarit di Bojong Tugu ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk menghargai tradisi dan budaya leluhur,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini mendapatkan dukungan lebih luas dari pemerintah daerah maupun provinsi. “Kami membuka peluang kerja sama dengan pihak Provinsi Jawa Barat, termasuk dengan tokoh seperti Kang Dedi Mulyadi, agar pelestarian budaya ini semakin kuat ke depannya,” tambahnya.

Tradisi Babarit di Rengasdengklok menjadi bukti nyata bahwa masyarakat masih memegang erat nilai-nilai budaya dan spiritualitas. Dengan semangat kebersamaan dan syukur, tradisi ini diharapkan tetap hidup dan berkembang lintas generasi.

Reporter: Nani Wijaya

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *