Lebak, Banten .Lintas.batas.com– Dugaan pencemaran lingkungan mencuat dari sebuah peternakan ayam yang berlokasi di Kampung Cidikit, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak. Warga sekitar mengeluhkan bau menyengat serta dampak negatif lain yang ditimbulkan oleh kandang ayam yang dibangun terlalu dekat dengan permukiman.
Menurut keterangan warga, jarak kandang ke rumah penduduk diperkirakan hanya sekitar 10 meter. Kondisi ini menimbulkan polusi udara yang diduga menyebabkan gangguan kesehatan seperti batuk dan sesak napas, terutama pada anak-anak.
“Jarak kandang ke rumah warga terlalu dekat, mungkin hanya sekitar 10 meter. Bau menyengat tiap hari, dan anak-anak jadi sering batuk. Kami sudah beberapa kali mengadu, tapi belum ada tindakan nyata,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (5/6/2025).
Selain bau, warga juga mengeluhkan peningkatan populasi lalat dan serangga di lingkungan mereka. Air di sekitar lokasi pun disebut mulai berubah warna dan mengeluarkan bau tak sedap, menambah kekhawatiran akan pencemaran lingkungan yang lebih serius.
Menanggapi keluhan tersebut, BS selaku pemilik peternakan menyampaikan kepada awak media melalui aplikasi WhatsApp bahwa bukan hanya dirinya yang menjalankan usaha peternakan di kampung tersebut.
“Lagian di kampung ini bukan ternak saya aja, banyak yang lain juga,” tulisnya singkat.
Warga mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak segera turun tangan untuk menilai dampak lingkungan dan mengevaluasi legalitas serta kelayakan operasional peternakan tersebut. Termasuk di antaranya adalah pemenuhan aturan mengenai jarak minimum antara kandang ternak dan pemukiman warga.
“Kami hanya ingin hidup nyaman, tanpa gangguan bau dan ancaman penyakit. Semoga ada tindakan cepat dari pemerintah,” harap seorang warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Kabupaten Lebak belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan warga Kampung Cidikit tersebut.
(Red)


















