Lebak Banten Lintasbatas.com : Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti halaman depan Masjid Agung Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, saat kegiatan “Ramadan Berbagi Bersama Sahabat Alif” berkolaborasi dengan KSSD – Salam Setetes Darah digelar pada Minggu sore. 22/02/2026.
Di bawah tenda hijau bertuliskan Ramadan Berbagi Bersama Sahabat Alif – Syiar Sedekah, para relawan tampak sigap membagikan takjil dan makanan berbuka puasa kepada masyarakat yang melintas dan menunggu waktu magrib. Anak-anak terlihat paling antusias menerima bingkisan berbuka. Senyum tulus dan tatapan penuh harap menghiasi wajah mereka, menciptakan suasana yang hangat dan menyentuh hati.
Ketua KSSD, Ibu Maya, menyampaikan pesan mendalam tentang makna berbagi di bulan suci Ramadan. Dengan suara bergetar, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial.
“Bagi kami, setiap senyum anak-anak sore ini adalah doa. Setiap takjil yang dibagikan adalah harapan agar tidak ada yang merasa sendirian saat berbuka. KSSD hadir bukan hanya membawa ‘setetes darah’ sebagai simbol kemanusiaan, tetapi membawa setetes kasih, setetes empati, dan setetes kepedulian. Ramadan mengajarkan kita bahwa sekecil apa pun kebaikan, jika dilakukan dengan hati, akan terasa besar bagi yang menerima,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menunda berbagi hanya karena merasa belum berkecukupan.
“Ketika kita mampu memberi, jangan tunggu kaya untuk berbagi. Cukup punya hati yang peduli. Karena yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan hanya bantuan, tetapi rasa diperhatikan dan dihargai,” tambahnya.
Kolaborasi antara Sahabat Alif dan KSSD menjadi bukti bahwa semangat solidaritas sosial di Kabupaten Lebak masih tumbuh subur. Kehadiran para relawan di ruang publik, tepat di depan Masjid Agung Rangkasbitung, menghadirkan pesan kuat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menanti azan magrib, tetapi tentang menyatukan hati dalam kebaikan dan mempererat tali persaudaraan.
Ramadan mengajarkan arti berbagi. Dan di jantung Kota Rangkasbitung sore itu, maknanya benar-benar terasa.
M. Khotib


















