Lebak, Banten.Lintas.batas.com– Sebuah keluarga di Kampung Cimanggu, RT/RW 002/003, Desa Sukasenang, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumah yang mereka tempati jauh dari kata layak, dengan dinding anyaman bambu yang sudah rapuh dan berlubang. Ironisnya, hingga kini, keluarga ini belum tersentuh bantuan dari pemerintah.
Marpah, seorang warga setempat, tinggal bersama anak perempuannya serta tiga anak lainnya yang masih bersekolah. Rumah mereka hanya berdinding bambu yang sebagian besar telah rusak, membuat mereka harus bertahan dalam kondisi yang sulit, terutama saat hujan dan udara dingin di malam hari.
Menurut Marpah, rumah tersebut sempat diperbaiki beberapa tahun lalu, tetapi karena keterbatasan biaya, material yang digunakan hanya berupa anyaman bambu, sehingga tidak bertahan lama. Hingga saat ini, harapannya untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat belum juga terwujud.
Dudi, perwakilan dari Ormas GAIB 212 PAC Kecamatan Sobang, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. Ia menegaskan bahwa masih ada rumah tak layak huni di Kabupaten Lebak, termasuk di Desa Sukasenang. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Marpah, selama hidupnya ia belum pernah menerima bantuan atau perhatian dari pemerintah desa setempat.
“Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Lebak segera memperhatikan kondisi ini. Selain itu, kami juga meminta Inspektorat Kabupaten Lebak untuk memeriksa anggaran Desa Sukasenang, khawatir ada alokasi dana yang tidak tepat sasaran,” tegas Dudi.
Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait. Namun, saat mencoba menghubungi pemerintah desa melalui pesan WhatsApp, belum ada respons positif yang diberikan. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pihak desa enggan memberikan klarifikasi kepada media.
(Red)


















