Lebak .Lintasbatas.com– Musibah kebakaran melanda sebuah rumah warga di permukiman padat penduduk di wilayah Cibeber, tepatnya di RT 01/002, Desa Citorek Timur, Kabupaten Lebak, pada Senin (16/02/2026) sekira pukul 15.12 WIB.
Rumah semi permanen milik seorang ibu lanjut usia bernama Narsih (65) dilaporkan hangus dilalap si jago merah. Narsih diketahui merupakan seorang janda dengan empat orang anak. Tiga di antaranya telah berkeluarga dan tinggal terpisah, sementara ia tinggal bersama putra bungsunya, Udin.
Diduga Akibat Kebocoran Gas Elpiji
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji 3 kilogram (melon) yang berada tidak jauh dari tungku kompor tradisional berbahan batu cadas (pawon) yang sehari-hari digunakan korban.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Narsih dan Udin. Saat menyadari api telah membesar dan menjalar ke bagian atap rumah yang didominasi material mudah terbakar seperti kaso kayu, anyaman bilik bambu, triplek, serta beratapkan asbes, keduanya langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Teriakan tersebut sontak mengundang perhatian warga yang kemudian berdatangan untuk membantu memadamkan api.
Dengan peralatan seadanya seperti ember berisi air dan alat gebug padi, warga berjibaku memadamkan api. Air diambil dari sumur tanah yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hj. Saomi Nursiawati, S.IP., membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kebakaran terjadi secara tiba-tiba dan sempat membuat panik warga sekitar.
> “Kebakaran di belakang rumah saya, masih saudara juga. Tadi kaget, tahu-tahu sudah ada suara teriak-teriak. Warga langsung gotong-royong bawa ember, ambil air dari sumur dekat rumah Bi Narsih. Sekitar 30 menit Alhamdulillah apinya bisa dipadamkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menambahkan bahwa warga terpaksa merobohkan dua rumah yang berdempetan di sisi kiri dan kanan rumah korban untuk mencegah api merembet lebih luas.
> “Masih bersyukur tidak sampai melebar ke rumah lainnya. Warga berinisiatif merobohkan dua rumah yang berdempetan untuk memutus agar api tidak menjalar,” tambahnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi rumah korban tampak gosong dan hanya menyisakan puing-puing arang sisa material bangunan yang terbakar. Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan total kerugian materi akibat peristiwa tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan api tidak sempat merembet ke rumah warga lain di kawasan padat tersebut.
Saat ini, Narsih berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah desa setempat untuk meringankan beban pascakebakaran, mengingat rumah yang ditempatinya bersama putra bungsunya telah habis terbakar.
(H saomi)


















