banner 728x250

Endang Gustina Bantah Keterlibatan Penjualan Narkoba di Toko Bajunya

banner 120x600
banner 468x60

Sumatra Utara.Lintas.Batas.com. – Batubara – Penggerebekan yang dilakukan oleh Polres Batubara, dipimpin oleh Kanit Jimmy Sitorus dan timnya, menuai pertanyaan besar. Pasalnya, dalam pemeriksaan yang dilakukan di toko pakaian milik Endang Gustina, tidak ditemukan barang bukti narkoba.

banner 325x300

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Endang Gustina membantah keras segala tuduhan yang beredar terkait dugaan dirinya terlibat dalam peredaran narkoba. Dia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh beberapa media berdasarkan rilisan Polres Batubara tidak benar.

Penggeledahan itu sendiri berlangsung pada Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 11.40 WIB. Operasi ini dilakukan oleh Tim Satres Narkoba Polres Batubara yang bekerja sama dengan personel Polsek Indrapura. Sasaran penggeledahan adalah rumah yang diduga milik seseorang bernama Incan dan Endang Gustina.

Namun, hingga penggeledahan berakhir, tidak ditemukan barang bukti narkotika di lokasi tersebut. Kendati demikian, tim Satres Narkoba tetap melanjutkan penyelidikan guna mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Batubara.

Kanit I Satres Narkoba, IPTU Jimmy Sitorus, S.H., menyatakan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya Polres Batubara dalam memberantas narkotika di wilayah tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Endang Gustina dengan tegas membantah tuduhan yang diarahkan padanya.

“Saya hanya berjualan baju untuk menghidupi keluarga saya, yang terdiri dari sekitar 20 anak. Semua yang saya lakukan halal, tidak ada urusan dengan narkoba,” ujar Endang kepada awak media.

Endang juga mengungkapkan bahwa saat penggeledahan terjadi, banyak warga yang sedang berbelanja di tokonya dan menjadi saksi atas kejadian tersebut.

“Saya malu dengan suami saya atas penggerebekan ini. Saya dianggap berjualan narkoba, padahal saya hanya berjualan baju. Saat itu, banyak masyarakat yang sedang memilih baju di rumah saya,” lanjutnya.

Dia juga mempertanyakan dasar dari laporan masyarakat yang menjadi alasan penggeledahan tersebut.

“Masyarakat yang mana? Saya heran dari mana laporan itu datang,” tuturnya dengan nada heran.

Meski demikian, Endang tetap mendukung upaya pemberantasan narkoba di wilayah Batubara, khususnya di bulan suci Ramadan ini. Ia berharap kepolisian dapat menjalankan tugasnya dengan profesional tanpa menyakiti hati masyarakat yang tidak terlibat dan kurang memahami hukum.

“Saya ingin wilayah ini bersih dari narkoba, tapi jangan sampai ada masyarakat yang tidak tahu apa-apa justru terkena imbas dari tindakan aparat,” tutupnya.

(Tim)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *